Kamis, 27 Oktober 2016

ngamik semengat padi

                                             ngamik semengat padi
kalau di adat dayak desa setiap acara gawai dayak selalu di adakan acara pengambilan semengat padi atau pemberkatan benih supaya benih yang di tanam bisa bertumbuh dengan subur,  benih yang mau d berkat d letak di cupai dan di antar tempat pemberkatan ada juga barang lain yang di bawa seperti pisau sama tuak ,acara ini di adakan di balai dusun . dan acara ini biasanya ada makan2 bersama ibu2 yang masak di rumah ibu dusun tersebut. ketika acara selesai baru di adakan acara makan2 bersama.acara ini biasanya di pimpinoleh seorang pastor dan seorang ketua adat setempat. karena pas acara ngambil semengat padi ini juga biasanya di adakan minum tuak bersama ,dan benih yang di berkat tadi di iringi oleh bedudu ada seorang bapak2 yang pandai bekana atau bedudu. agar padi yang di berkat tadi bisa menghasilkan benih yang banyak. inilah acara yang sering dilakukan setiap tahunnya di kampung kami . acara ini hanya setahun sekali di adakan. dan acaranya di lakukan bersamaan dengan acara gawai dayak agar acaranya meriah kareana kalau tidak bersamaan dengan gawai dayak tuak yang di gunakan untuk di minum bersama saat pemberkatan benihnya yang tidak ada. orang jarang bikin tuak ini.kadang2 hanya pas acara tertentu saja seperti gawai dayak, natal, dan acara pernikahan, nanam padi, karena beras pulut yang di gunakan belum tentu ada . bikin tuak ini dari beras pulut dan ragi.tuak ini ada berbagai rasa ada rasa asam , pahit, manis dan sebagainya. tuak ini setelah di bikin perlu waktu satu minggu baru bisa d minum.nan